๐ฌ
Elang lahir pada 7 Desember 1995 di Jakarta dengan berat 3,6 kilogram. Ia tumbuh menjadi lelaki dengan tinggi 183 cm yang menyayangi keluarganya dalam bentuk apapun. Golongan darahnya B dan hobinya adalah menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang akan membuat dirinya di masa depan berterima kasih padanya di masa sekarang.
Lelaki tak kasat rasa ini mendapat julukan tersebut berkat air mukanya yang hampir selalu sama. Datar, tanpa senyuman. Mau dia marah pun, mukanya tetap sama. Sudah begitu, orangnya irit bicara pula. Namun satu hal yang patut diperhatikan saat berbincang dengan Elang: ia tak pernah berbohong. Ia cenderung mengatakan isi hati dan pikirannya apa adanya (meski tak semua, tentu saja, ia masih punya sopan santun).
Background Story
Elang adalah anak pertama dari Hari Nurwahid dan Sella Pradipta yang berasal dari keluarga yang jauh berbeda. Ayahnya adalah keturunan seorang pemilik kebun teh ratusan hektar di puncak Bogor yang masih menjaga perkebunan itu. Sedangkan ibunya adalah keturunan keluarga konglomerat yang terkenal dengan perusahaan pusat bernama Pradipta Group.Sebagai anak pertama, tentu orang tuanya memiliki harapan padanya untuk melanjutkan usaha perkebunan teh tersebut. Elang tidak keberatan, tentu saja, karena ia juga menyukai suasana desa yang damai. Namun mengingat kedua orang tuanya masih sehat, Elang tidak ingin menyela dan menunggu masa pensiun mereka saja.Dalam penantiannya itu, Elang menyibukkan diri di Ibukota. Ia kerap bekerja di restoran, rumah makan, atau kafe; dimana mereka membutuhkan pasokan teh untuk bisnis mereka. Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Berkat itu Elang mengenal banyak orang terutama mereka yang berkiprah di bidang kuliner.Namun masalah muncul saat Elang menyadari bahwa keputusannya bekerja berpindah-pindah rumah makan itu membuat sang Ibu dipandang rendah oleh keluarga besarnya yang kebanyakan memiliki anak-anak yang suksesโsedangkan Elang hanya bekerja sebagai pelayan.Secara tak tertulis, keluarga Pradipta memang memandang rendah keluarga mereka sendiri yang menurunkan status sosialnya (seperti ibunya Elang yang menikah dengan pemilik kebun teh). Meskipun begitu, terdapat tradisi di dalam keluarga dimana mereka tetap memperlakukan seluruh keluarga besar dengan baik, yaitu menyiapkan kartu nama khusus yang bisa ditunjukkan saat berada di wilayah usaha milik Pradipta Group (misalnya seluruh keluarga akan mendapat diskon jika menunjukkan kartu nama di mall yang dimiliki salah satu anggota keluarga).Elang sendiri tidak pernah menggunakan kartu nama itu kecuali saat ia sedang bersama teman-temannya. Ia enggan memakainya untuk kebutuhan pribadi, tapi tak masalah jika itu untuk mentraktir orang lain. Elang akui, biaya di dunia sosial Ibukota memang tak mudah. Dan berkat itu, teman-temannya kerap menjulukinya "orang kaya gabut" karena sudah jelas kaya tapi bekerja sebagai pelayan.Karena tak ingin membuat ibunya direndahkan, Elang pun berhenti bekerja dan memutuskan untuk menjadi pelayan di satu kafe saja, di sebuah kafe dimana identitas aslinya tidak akan terbongkar.
๐ฌ
Sarah Mode
Elang aktif bekerja di Twilight Charm Cafe sebagai enchanter bernama Sarah yang berpenampilan perempuan dewasa (cross-dress).


